FITRA: Untuk Apa Novanto dan Fadli Zon Ikuti Kampanye Donald Trump?



Usai menghadiri kongres pimpinan parlemen dunia, delegasi DPR RI menghadiri acara bakal capres Amerika Serikat Donald Trump. Urgensi pertemuan ini dipertanyakan.

Perjalanan dinas DPR ke Amerika Serikat itu dalam rangka Konferensi Ketua Parlemen Dunia ke-4 yang digelar di New York tanggal 31 Agustus-2 September 2015.

"Itu kan perjalanan dibiayai anggaran negara itu kan perjalanan dinas. Kalau total perjalanan dinas DPR per tahun Rp 256 miliar kalau yang untuk legislasi Rp 123 miliar untuk ke luar negerinya," kata koordinator bidang advokasi FITRA, Apung Widadi, dalam siaran pers, Jumat (4/9/2015).

Apung tidak melihat ada urgensi pertemuan delegasi DPR RI dengan Donald Trump. Baginya itu hanyalah pemborosan uang negara.

"Salah satu pertanyaannya buat apa ketemu Donald Trump, untuk apa kita ikuti demokrasi di sana sedangkan sistem demokrasi kita nggak dikuatkan. Itu penghamburan uang negara," kritiknya.

Rombongan DPR yang ke Amerika Serikat untuk menghadiri sidang parlemen dunia, kemudian ikut menghadiri konferensi pers capres AS, Donald Trump. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan bahwa pertemuan dengan Trump bukan termasuk kunjungan resmi.

"Tidak masuk acara resmi. Jadi spontan saja," kata Fadli dalam perbincangan melalui pesan singkat, Jumat (4/9/2015).

Pertemuan itu berlangsung di Lantai 26 Trump Tower, Fifth Avenue, New York, AS pada Kamis (3/9) pukul 13.00 waktu setempat. Mereka berbincang soal investasi Trump di Indonesia kemudian ikut menghadiri konferensi pers di gedung yang sama.

Dalam konferensi pers, Novanto sempat diperkenalkan sebagai Ketua DPR dan orang kuat di Indonesia. Menurut Fadli, kedekatan itu karena Trump punya banyak hubungan dengan banyak pengusaha Indonesia, termasuk Novanto.

Dalam konferensi pers itu, Novanto sempat menyampaikan bahwa orang-orang Indonesia menyukai Trump. Meski begitu, Fadli menegaskan bahwa kehadiran rombongan DPR RI di konferensi pers itu bukan sebagai bentuk dukungan.

"Ya enggak. Apa urusannya kita dengan Pilpres AS, punya suara juga tidak. Bagi kami, kami senang pada Presiden AS yang mau berteman dengan Indonesia. Seperti Obama adalah teman Indonesia, juga Trump sekarang sebagai pengusaha adalah teman Indonesia," ungkap Waketum Gerindra ini.


Sumber

Comments